TIDORE – Tiga bulan pasca dilantik pada Januari 2026 lalu, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Soasiu, Agus Setyawan, mulai tancap gas menjalankan berbagai program strategis. Selain fokus pada pembinaan warga binaan, Agus menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan yang menjadi arahan langsung Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta mendukung Asta Cita Presiden RI.
Agus Setyawan mengungkapkan rasa syukurnya dapat bertugas di Kota Tidore Kepulauan yang dikenal memiliki suasana sejuk dan kondusif. Sebelum menjabat di Tidore, lulusan Akademi Ilmu Pemasyarakatan (AKIP) tahun 2000 ini memiliki rekam jejak panjang di berbagai lapas, mulai dari Bali, Cibinong, Gunung Sindur, hingga Lapas Sukamiskin.
“Fokus utama kami adalah memanusiakan warga binaan melalui pembinaan kerohanian dan keterampilan. Kami ingin mereka tetap produktif dan menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing selama menjalani masa pembinaan,” ujar Agus.
Momentum tiga bulan kepemimpinannya juga bertepatan dengan peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang puncaknya jatuh pada 27 April mendatang. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya:
- 6 April: Razia serentak dan tes urine bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Tidore.
- 9 April: Pekan Olahraga bagi warga binaan.
- 10 April: Pameran hasil karya warga binaan di Kota Ternate.
- 14 April: Aksi donor darah di RSUD Tidore.
- 17 April: Kerja bakti massal di lingkungan Rutan.
- 21 April: Penyerahan bantuan perbaikan gerobak bagi pelaku usaha mikro.
Malam ini, (22/04), Rutan Soasiu juga dijadwalkan menggelar penggeledahan besar-besaran yang melibatkan personel Kodim 1505/Tidore, Polresta Tidore, dan BNN Kota Tidore sebagai bentuk deteksi dini gangguan keamanan.
Salah satu program unggulan yang kini tengah digalakkan adalah pemanfaatan lahan sempit di area branggang dan perumahan dinas untuk perkebunan hortikultura. Dalam seminggu terakhir, Rutan Soasiu berhasil memanen kangkung, sawi, bayam, hingga pepaya yang hasilnya juga dibagikan kepada masyarakat sekitar.
“Kami memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam sayur-sayuran. Ini bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan keterampilan bertani bagi warga binaan,” tambah Agus.
Terkait integritas pegawai, Agus menegaskan Rutan Soasiu berkomitmen penuh pada gerakan Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Hal ini dipertegas dengan penandatanganan Ikrar Bersama oleh seluruh jajaran setelah apel pagi tadi.
“Semua langkah ini adalah komitmen kami untuk mempertahankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan berjuang meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di tahun mendatang,” pungkasnya.















