Menepis Berbagai Narasi Miring, Warga Kini Nikmati Hidup yang Lebih Layak di Desa Kawasi Baru 

Berita, Daerah, Halsel255 Dilihat

OBI – Proses relokasi masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, menuju pemukiman baru kini memasuki babak baru yang positif. Menepis berbagai narasi miring yang sempat beredar, warga menegaskan bahwa kepindahan mereka dilakukan secara sukarela demi masa depan yang lebih baik.

​Warga yang kini telah menetap di lokasi baru mengakui adanya peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Rumah-rumah baru yang disediakan dinilai jauh lebih layak huni dibandingkan pemukiman sebelumnya. Tak hanya bangunan fisik, masyarakat juga dapat menikmati berbagai fasilitas penunjang secara cuma-cuma.

​”Kami pindah atas keinginan sendiri. Di sini rumahnya bagus, bersih, dan semua fasilitas disediakan tanpa kami harus mengeluarkan biaya lagi,” ujar Frans Datang, salah satu warga yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Kawasi.

​Selain kenyamanan tempat tinggal, pertumbuhan ekonomi menjadi daya tarik utama yang dirasakan masyarakat. Penataan lokasi yang lebih baik memicu munculnya peluang usaha baru bagi warga lokal.

​Frans menambahkan, infrastruktur jalan yang memadai juga sangat memudahkan mobilitas warga. Hal ini termasuk akses menuju area pantai yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Obi.

​”Lokasi baru ini lebih tertata. Infrastruktur yang ada memudahkan kami, terutama akses ke pantai untuk beraktivitas,” ungkap Frans.

​Meski telah berpindah lokasi, para nelayan mengaku tidak menemui kendala berarti untuk melaut. Jarak menuju tambatan perahu tetap terjangkau, sehingga aktivitas mencari ikan tetap berjalan lancar sebagaimana biasanya.

​Kepindahan ke “Kawasi Baru” ini membawa harapan besar bagi masa depan generasi muda. Dengan lingkungan yang lebih sehat, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih dekat, serta dukungan ekonomi yang stabil, warga optimis akan kesejahteraan mereka.

​”Pemukiman baru ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait,” tutur Frans.

​Ia menutup dengan menekankan bahwa langkah relokasi ini membuktikan bahwa perubahan tidak selamanya identik dengan tekanan, melainkan sebuah transisi menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh warga Kawasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *